Seperti biasa 1 hari menjelang keberangkatan kamu untuk kembali bekerja ke luar kota aku pasti datang menemui mu.
Untuk bertemu kamu,menemani kamu,sampai membereskan pakaian kamu.
Biasanya,aku akan bersama kamu sampai keberangkatan di bandara.
Dan melihat kamu sampai kamu memasuki area masuk penumpang di terminal 1A.
Tapi kali ini aku hanya bisa menemani kamu sampai detik ini.
Detik di mana kamu mengantarkan aku pulang dari rumah mu,di terminal busway pinang ranti seperti biasanya.
Karena terbiasa selalu melihat kamu sampai tak terlihat lagi dari kejauhan,aku tetap terfokus kepada kamu yang saat ini menggunakan t-shirt berwarna kuning.
Sampai di dalam busway aku terburu-buru menempati kursi tepat di belakang dekat pintu darurat busway,agar bisa melihat mu dari kaca depan.
Dan kamu masih terlihat di sana,sedang memegang 1 batang rokok,ciri khas mu saat menunggu angkot.
Kamu sibuk memperhatikan hp mu,aku tau mungkin kamu mau mengirimkan sms untuk ku,atau menunggu sms dari ku.
Lalu aku dengan cepat mengirim pesan singkat ke kamu yang isinya mengatakan aku sedang memperhatikan kamu dari dalam busway.
Kamu pun akhirnya melihat ke posisi dimana aku duduk.
Dalam waktu yang singkat menunggu keberangkatan busway yang aku naiki,kamu sempat menelepon aku.
Mungkin jika suara kendaraan di luar tidak cukup bising di telinga mu,kamu pasti akan mendengar getaran suara ku yang ingin menangis namun tertahan.
Di sela terakhir beberapa detik saat busway akan berjalan,kamu menyudahi telepon mu dengan penutup "sayang kamu".
Sesak rasanya mendengar itu sambil melihat kamu dari kejauhan dan tak terlihat lagi karena busway ku sudah kadung jauh berjalan.
Tiba-tiba dalam hati aku berdoa,
"Ya Allah,berilah kemudahan bagi dia yang akan bekerja jauh di sana,semoga Engkau memberikan dia kesehatan,dan kebaikan dalam bekerja.Berilah rizki yang berlimpah untuknya,semoga dia kembali dengan sehat dan selamat,amin".
Take care dear.
Terminal Busway Pinang Ranti
18 Februari 2012, 20.56
*note ini di tulis di bb saat saya berada di dalam busway,dengan gaya bahasa yang seadanya (cenderung berantakan) hehehe.Hanya berusaha jujur,dengan perasaan yang saya rasakan saat itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar